Rabu, 16 Januari 2013

KEBOHONGAN DUNIA MAYA

Kebohongan dunia maya ada dua bentuk; yaitu kebohongan konten dan kebohongan identitas. Keduanya merupakan kebohongan yang kemungkinan akan menimbulkan fitnah ataupun mmasalah di kemudian hari, baik bagi diri sendiri maupun orang lain yang mengikutinya.


Informasi dusta yang tertulis di beberapa situs ataupun webblog, merupakan kebohongan yang tidak dapat dibiarkan apalagi di ikuti. hal ini akan menjadi serius tatkala kebohongan tersebut akan dijaikan sebagai pedoman bagi pembaca. Ini merupakan tindakan yang menyalahi aturan perundangan maupun aturan  etika moral yang berlaku. Bagi penulis mungkin merupakan kebanggaan bahwa tulisannya dibaca diikuti dan bahkan di lansir ke berbagai situs, namun ini adalah fakta moral yangsangat rendah dari seorang pengguna dunia maya.

Ada hal-hal yang tidak di sadari bagi pengguna jejaring sosial yang telah "kecanduan" bikin status. Setiap saat selalu update status, namun ketika pikiran mereka baru galau ataupun kosong , kadang akan membuat status yang tidak terkendali bahkan kemungkinan bikin status yang menuliskan ketidak benaran atau bahkan kebohongan. mereka merasa bhahagia dan bangga jika statusnya di "like" oleh orang yang membacanya,atau di kasih komentar. Jika status yang tertulis adalah menyampaikan kebenaran dia mendapatkan kebaikan atau   kepercayaan atas kemanfaatan status yang dibuatnya. namun jika suatu ketidakbenaran atau berita kejadian yang belum tentu benar, maka bukan tidak mingkin akan menjadi suatu kontraversi bahkan menjadi perdebatan yang bisa mengakibatkan ketersinggungan dan kemarahan orang. Hal inilah yang perlu di perhatikan saat kita berselancar di dunia maya. apakah kita telah mengakses dan membaca sesuatu hal yang benar , ataukah justru kita yang membuat tulisan sudahkah kita menyampaikan suatu kebenaran.

Kedua, kebohongan identitas dengan tujuan tertentu. Sering terjadinya kebohongan dalam chatting -(sayangnya)-kerap terjadi antara dua orang yang jenis kelamin berbeda (laki-laki dan perempuan ). Selain itu seringya mereka memperbincangkan tema-tema yang tidak berartidan di larang oleh syariat agama. Pada akhirnya perbincangan tersebut berakhir dengan hal yang memprihatinkan. terkadang si laki-laki mengaku sebagai perempuan dan yang perempuan begitu juga sebaliknya. Atau lelaki tua mengaku sebagai remaja ABG yang sedang dalam masa pubertas. dan seabreg fenomena lainnya di dunia maya yang mengejutkan kita.

Bahkan beberapa kasus pencemaran nama baik , sebagai contoh seorang membuat akun jejaring sosial dengan nama dan identitas seseorang termasuk dilengkapi photo profilnya, dengan tujuan tertentu. Dan yang paling mengerikan banyak kasus foto seseorang beredar di dunia maya (dengan pose yang bermacam2) namun yang bersangkutan tidak tahu dan tidak sengaja mengedarkan fotonya sendiri. Hal ini karena kekurang tahuan seseorang bahwa jika up load foto di suatu situs, weblog ataupun jejaringsosial, artinya dia sudah menyerahkan foto pribadinya untuk di pergunakan dan di nikmati oleh semua orang. Tidak bisa kita bayangkan jika itu terjadi pada kita jika foto itu foto kita yang jelek narsis atau foto pribadi dari keluarga anak kita, istri kita dan orang2 yang kita cintai setiap hari, foto tersebut sedang di salahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. seperti penulis pernah lihat suatu akun jejaring sosial yang menawarkan seseorang untuk dikenalkan bahkan (maaf) dengan imbalan harga tertentu agar diakses dengan orang yang tertera pada foto tersebut. Tetapi apa yang terjadi? ternyata akun tersebut hanya akun bo'ong-bo'ongan, dan orang sudah terlanjur mempunyai image bahwa orang yang fotonya tercantum tersebut adalah orang yang "murahan" sampai ditawr-tawarkan untuk dikenalkan kepada khayalak ramai,....

Terlepas dari semua itu mestinya kita harus hati-hati menyikapi fenomena di atas. Kebohongan dalam dunia maya adalah suatu kemerosotan moral yang mengindikasikan level moral orang yang bersangkutan.Walaupun apapun tujuannya mari kita lebih baik mengikuti kata2 di atas " BENER TUR PENER"..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar