Senin, 25 Februari 2013

FIKIRKAN PENYEBAB KESALAHAN, JANGAN FIKIRKAN KESALAHANNYA

Steven Covey, penulis buku tujuh Kebiasaan Bagi Direktur bercerita tentang pengalamannya seperti ini:
"Aku ingat perubahan Stereotip  yang aku alami pada suatu pagi di kereta bawah tanah di kota New York. Pada awalnya orang-orang duduk dengan tenang. Ada yang membaca koran, ada yang asyik dengan pikiran dan idenya, dan ada pula yang santai dengan tempat duduknya sambil memejamkan mata. Sungguh suasana sejuk damai dan hening.

Tiba-tiba seorang lelaki masuk bersama beberapa anaknya ke dalam kereta. Lelaki itu duduk di samping saya dan mulai menikmati kenyamanan tempat duduknya tanpa menghiiraukan sekelilingnya sambil diam bersandar memejamkan mata.Anak-anak bertingkah sangat berisik hingga merusak keheningan yang ada.

Lelaki tersebut tetap diam membisu bahkan memejamkan mata tanpa menghiraukan apa yang dilakukan anak-anak yang berlari kian kemari, saling melompat, melempar barang bahkan menyembunyikan koran dari salah satu penumpang yang baru di baca, hiungga keadaan kacau.

Semua penumpang semakin resah, namun tak sedikitpun lelaki itu bereaksi dengan apa yang terjadi. Aku sendiri heran dengan sikap lelaki yang tidak berperasaan ini, membiarkan anak mengumbar kenakalan dan seolah tidak merasa tanggung jawab, padahal sangat jelas keresahan yang terpancar dari wajah semua orang yang ada di dalam kereta.

Pada akhirnya habislah kesabaranku, aku berkata kepada lelaki itu, "Tuan, tingkah laku anak-anak anda benar-benar mengganngu kenyamanan banyak orang, apakah anda dapat sedikit menahan mereka?"

Lelaki ini membuka kedua katup matanya seperti baru sadra apa yang sedang terjadi, lalu ia berkata dengan kelembutan," Oh, Anda benar, saya harus berbuat sesuatu, kami baru saja pulang dari rumah sakit karena ibu mereka baru saja meninggal satiu jam yang lalu, sedangkan saya tidak tahu harus berbuat apa, dan aku yakin mereka juga tidak tahu bagaimana harus menerima semua ini."

Apakah Anda dapat membayangkan bagaimana perasaan saya pada saat itu? Perangai stereotipku langsung berubah, dan aku melihat keadaanpun dengan cara yang berbeda pula, karena cara pandangku telah berubah  . Jadi akupun berpikir, berperasaan, dan bertingkah laku yang berbeda pula. Musnah sudah semua keresahanku, dan aku tidak lagi berpikir tentang posisi dan kelakuanku, hatiku seakan penuh dengan kesedihan lelaki ini dan perasaan simpati serta kasihan.

"Baru saja istri anda meninggal? maafkan aku! Apakah boleh tahu penyebabnya meninggal? Apa yang bisa saya bantu?" Segala sesuatu berubah sejak saat itu


Selasa, 19 Februari 2013

MACAM2 MIE YG TIDAK DIREKOMENDASIKAN

Ada 8 Mie yang TIDAK BOLEH DI KONSUMSI





1. Mie kirna dunia wae
2. Mie lu milu aliran sesat
3. Mie nggat ora pamit bojo
4. Mie jeti bojo tanggane
5. Mie der mider ora kathokan
6. Mie sahno wong kang bebojoan
7. Mie dangetaken wong padu
8. Mie lihi brambang ora sida tuku
...

10. ....dll
Hehe Just FOr Fun, yg bukan orang jawa skip aja yah, gk bakalmudeng hihihi ^_^

CIUMAN BERMANFAAT


Ciuman bukan cuma  menyenangkan , namun ternyata juga memberi manfaat bagi kesehatan   tubuh. ga percayaa? simak saja seperti yang di lansir dari She Knows berikut.


Memperkuat ikatan
Entah itu mencium bayi atau kekasih, ciuman memberikan sensasi keintiman yang mampu memperkuat ikatan batin antara dua orang. Sebab ketika berciuman, oxytocin yang merupakan hormon cinta dihasilkan oleh tubuh.

Meningkatkan gairah seksual
Ciuman adalah aktivitas intim yang paling ampuh dilakukan untuk memanaskan suasana foreplay. Sebab ciuman mampu meningkatkan gairah seksual pasangan, sehingga keduanya akan menikmati seks yang menyenangkan.



Melawan penyakit
Sehubungan dengan poin kedua, ciuman yang mengarah pada aktivitas seksual ternyata memberi manfaat kesehatan yang menakjubkan bagi tubuh. Sebab seks teratur mampu memperkuat sistem imun sehingga tubuh lebih tahan terhadap penyakit.



Pernikahan lebih bahagia
Semakin sering berciuman dengan pasangan, semakin mesra hubungan pernikahan Anda dengan si dia. Selain itu, mencium juga membuat tubuh menyalurkan informasi sistem imun masing-masing orang. Sehingga ikatan biologis antara Anda dan pasangan pun akan semakin kuat.



Memperbaiki suasana hati
Mencium seseorang membuat tubuh mengeluarkan hormon endorfin, yang akhirnya mampu memperbaiki suasana hati yang sedang buruk. Jadi ketika bersedih, cobalah untuk mencium orang tua, teman, atau pasangan agar Anda bisa cepat kembali ceria.



Mengurangi rasa sakit
Rasa sakit juga bisa berkurang dengan cara berciuman. Sebab selain endorfin, tubuh juga mengeluarkan hormon adrenalin yang mampu mengurangi rasa sakit. Jadi segera cium pasangan ketika sakit, si dia pasti akan cepat sembuh.



Menurunkan stres
Seberapa sering Anda merasa begitu lelah dan depresi setelah menjalani aktivitas sepanjang hari? Salahkan semuanya pada hormon cortisol. Tetapi kadar hormon cortisol yang memicu stres bisa diturunkan jika Anda berciuman.



Membakar kalori
Memang berciuman tidak akan membuat kalori terbakar sama banyaknya ketika Anda berlari maraton. Namun setidaknya sistem metabolisme akan bekerja dua kali lebih cepat ketika Anda berciuman.



Senam wajah
Selain membakar kalori, ciuman juga merupakan bentuk senam wajah. Jika dilakukan secara rutin, wajah tentu akan tampak lebih bersinar karena peredaran darah di daerah tersebut sangat lancar karena ciuman.



Hiburan yang menyenangkan
Terakhir, ciuman bisa dikatakan sebagai sebuah hiburan bagi diri sendiri yang menyenangkan. Lagipula, ada banyak sekali teknik berciuman yang bisa Anda lakukan. Jadi jangan ragu mencoba semuanya untuk semakin merasakan kesenangan yang tidak ada habisnya.



Itulah berbagai manfaat kesehatan dari berciuman. Hari ini Anda sudah mencium siapa saja?