Kamis, 27 Desember 2012

Hai Suami...


Kita tidak tahu apakah yang akan di ucapkan oleh istri kita, jika kita sang suami ditakdirkan meninggal lebih dulu. Kita juga tidak tahu apa yang akan di ucapkan oleh anak-anak kita tentang orangtuanya. Semuanya terpulang kepada kita. Apakah kita mau mencoba untuk menjadi Ayah dan suami yang lebih menyejukkan hati meski harus gagal berkali-kali ataukah kita merasa telah cukup mulia dengan perhatian kita yang tak seberapa.


Jika kita masih merasa bahwa semuanya merupakan tanggung jawab istri tanpa ada bagian kita sediki pun, maka sekali waktu tengoklah istri kita yang terbaring penat karena tak ada waktu baginya untuk istirahat. Sesudahnya, ingatlah ketika Nabi kita berkata di saat-saat terakhir hidupnya, “ Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan kalian untuk selalu berbuat baik kepada mereka. “ Setelah itu, tengoklah pula anak kita yang telah tertidur. Cobalah untuk mengusap-usap kepalanya, Keningnya dan tak lupa wajahnya. Sentuhlah dengan perasaan yang tulus. Dan lihatlah, Alangkah sedikit yang telah engkau lakukan itu padanya. Padahal kitalah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Kitalah yang akan ditanya di hari kiamat nanti. Atau jangan-jangan kita telah lupa dengan itu semua…………….?



Ayah…..candamu, senyummu, kelembutanmu, kesabaranmu, kreatifitasmu, belaianmu, kegigihanmu, semuanya aku rindu, akan selalu kami kenang, kami doakan untukmu………..selamanya……….



Ayah…….jangan marah, jangan membentak, jangan memukul, jangan mengeluh, jangan pelit, jangan menyakiti, jangan malas, jangan dustai kami, kami benci semua itu, lebih baik kami pergi dan tak akan mengingatmu lagi………….selamanya………….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar