Kisah [Nyata] Kesetiaan seorang suami
– Patut diteladani untuk calon suami -
Banyak wanita yang bilang, lelaki itu buaya, banyak yang bilang para lelaki tak pernah bisa setia, banyak yang meremehkan kesetiaan seorang lelaki, berikut ini salah satu contoh dan bukti bahwa lelaki sanggup se setia yang tidak pernah wanita mengiranya serta berharap setelah membaca ini para wanita di dunia ini bisa terbuka matanya terhadap lelaki.Check this out:
*** Ku Kan Setia ***
~~Muhasabah Cintaku~~ (Dibawah Langit CintaMu).
Sebuah Renungan,buat para calon suami….calon istri jg boleh baca..!
Kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat
dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV). Semoga
kita dapat mengambil pelajaran. Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko
Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di
kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm
memajukan industri Reksadana di Indonesia.Apa yg diutarakan beliau
adalah Sangat Benar sekali.Silahkan baca dan dihayati.
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah
senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya
diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka
menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.
Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak
keempat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi
selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah
bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan
lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran,
menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat
kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa
kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
tersenyum. Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari
rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan
selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil
menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya
bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup
senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan
sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati
mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa,tinggal si bungsu yg masih
kuliah. Pada suatu hari…ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang
tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah,
sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu
mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya
berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati-hati anak yg sulung berkata,”Pak kami
ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu,
tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. . bahkan bapak
tidak ijinkan kami menjaga ibu”. Dengan air mata berlinang anak itu
melanjutkan kata2, “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak
menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak
menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami suda tidak
tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara
bergantian”.
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya.
”Anak2ku ………… Jikalau pernikahan & hidup didunia ini hanya untuk
nafsu, mungkin bapak akan menikah…… tapi ketahuilah dengan adanya ibu
kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan
kalian.. Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan
hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai
dengan apapun.
Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti
ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa
bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian
menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang
lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit..” Sejenak meledaklah tangis
anak2 pak suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk
mata ibu Suyatno….dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat
dicintainya itu..
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV
swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan
kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya
yg sudah tidak bisa apa2.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan
tamu yg hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup
menahan haru.
Disitulah Pak Suyatno bercerita..”Jika manusia didunia ini
mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi
(memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan. Saya
memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat
diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan
bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yg
lucu2..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama… dan
itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen
untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari
penggantinya apalagi dia sakit,,,”
Sumber : pencarian dan Sumber asli

Tidak ada komentar:
Posting Komentar